Nobar Cawapres Progresif Riau Dihadiri 70 Relawan, Masuri: Kita Lihat Siapa Yang Tepat Untuk Indonesia Emas

Nobar Cawapres Progresif Riau Dihadiri 70 Relawan, Masuri: Kita Lihat Siapa Yang Tepat Untuk Indonesia Emas

SERIBUPARITNEWS.COM,PEKANBARU - Acara nonton bareng (nobar) debat calon wakil presiden (cawapres) yang digelar Relawan Program Gotong Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif (Progresif) Riau di Radja Koffie Jalan Arifin Achmad Pekanbaru berjalan meriah dengan dihadiri 70 relawan dan puluhan gabungan relawan pendukung Ganjar-Mahfud.

"Lewat acara ini kita bisa melihat mana calon pemimpin yang pantas untuk memimpin Indonesia hingga lima tahun kedepan menuju Indonesia Emas 2045," kata Direktur Wilayah (Dirwil) Progresif Riau, Masuri, disela acara nobar pada Jumat malam (22/12/2023).

Masuri menjelaskan, masyarakat harus tahu bahwa pemimpin bukan hanya sekadar memimpin, bayangkan hari ini penduduk Indonesia jumlahnya mencapai 280 juta jiwa, dan ini tidak bisa main-main.

Maka kita membutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik, bahkan hingga ke tatanan internasional.

"Kita juga harus tahu calon pemimpin kita dari berbagai sisi, termasuk pengalaman dan masa lalunya sehinggu akan ketahuan bagaimana nantinya kalau dia memimpin bangsa dan negara ini," kata dia.

Masuri menjelaskan, bahwa Relawan Progresif sangat yakin bahwa pasangan Ganjar-Mahfud pasti menang dan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas pada 2045.

"Kami yakin, Progresif menargetkan Pilpres akan berlangsung satu putaran dengan hasil 54 persen kemenangan Ganjar-Mahfud. Insya Allah," demikian Masuri.

Dalam acara nobar yang berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 21.00 WIB itu, terlihat puluhan barisan relawan Progresif bersama tokoh masyarakat dan generasi z dari unsur mahasiswa antusias mengikuti jalannya acara.

Mereka berpendapat dalam debat cawapres itu, Mahfud MD mampu tampil gemilang hingga terlihat seperti dosen yang sedang mendidik dua orang mahasiswa yakni Muhaimin dan Gibran.

"Kalau saya menilai, Prof Mahfud memiliki nilai tertinggi yakni A+ sementara Muhaimin masih belum banyak memahami pertanyaan-pertanyaan nilainya B-. Untuk Gibran lebih parah lagi, gak pernah nyambung dan tidak sadar banyak kekurangannya, nilai Gibran C atau yang paling buruk," kata Usamah tokoh pemuda Riau. (rls)

Ikuti Seribuparitnews.com di GoogleNews

Berita Lainnya

Index