TP PKK Inhil Laksanakan Rapat Perencanaan Pilot Project PHBS.

TP PKK Inhil Laksanakan Rapat Perencanaan Pilot Project PHBS.
Foto : Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj. Zulaikhah Wardan menggelar rapat kegiatan pilot project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di ruang rapat kediaman Rumah Dinas Bupati Tembilahan, Senin (05/9/202

SERIBUPARITNEWS.COM,Tembilahan-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat kegiatan pilot project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di ruang rapat kediaman Rumah Dinas Bupati Tembilahan, Senin (05/9/2022).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj. Zulaikhah Wardan dan dihadiri oleh Ketua Baznas Inhil, Kepala Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, beberapa OPD terkait, Camat Kempas, TP PKK Kec. Kempas, TP PKK Desa Sungai Gantang, Kepala Desa Sungai Gantang, Ketua-ketua Pokja dan anggota TP PKK Inhil.

Hj. Zulaikhah Wardan dalam sambutannya mengatakan, bahwa gerakan ini akan menyasar pada ranah kesehatan, lingkungan hidup dan perencanaan sehat bagi keluarga, gerakan ini merupakan sebuah gagasan untuk menumbuhkan kesadaran yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara langsung.

Selanjutnya Bunda mengatakan Tindak lanjut dari kegiatan rapat ini di harapkan kepada OPD terkait dapat memprogramkan kegiatan yg terkait dengan 10 indikator Prilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) tersebut di desa sungai gantang kec Kempas, terutama dalam waktu dekat ini akan di lakukan minev oleh TP PKK Provinsi Riau, sedangkan pilot projek ini dilaksanakan tahun 2022 sd 2024, semoga kita bisa mewujudkn desa sei gantang sebagai desa percontohan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat tahun 2024.

Selain itu, juga dalam hal penerapan gerakan bisa disasar untuk desa yang masyarakatnya masih kurang tanggap terhadap perilaku hidup bersih sehat, seperti masih banyak yang membuang kotoran tidak pada tempatnya, belum punya jamban dirumah atau belum tahu cara memanfaatkan sampah dan cara pemilihannya."Tutup Bunda Zulaikhah. 

Sumber : Humas dan Protokoler

Berita Lainnya

Index