Piramida Pertama Mesir Dibangun 4700 Tahun Lalu, Dirancang Arsitek Pertama di Dunia

Ahad, 23 April 2023 | 19:20:11 WIB
Piramida Djoser. ©Pinterest

SERIBUPARITNEWS.COM,Piramida Djoser merupakan piramida pertama yang dibangun di Mesir. Piramida ini dibangun sekitar 4.700 tahun lalu di Desa Saqqara.

Namanya diambil dari Firaun Djoser yang pada masa itu memimpin Dinasti ke-3 Mesir kuno.

Ilmuwan berpendapat, piramida ini dirancang oleh Imhotep, seorang wazir yang kemudian didewakan atas pencapaiannya. Imhotep juga disebut sebagai arsitek pertama di dunia.

Awalnya, piramida ini berbentuk seperti bangunan mastaba, bangunan beratap datar yang memiliki sisi miring. Piramida ini kemudian terus berekspansi hingga setinggi 60 meter.

Terdapat enam lapisan piramida yang ditumpuk di atas piramida lain. Bahan utama bangunan piramida ini adalah batu dan tanah liat seluas 330.400 meter kubik.

Dahulu, piramida ini juga ditutupi oleh batu gamping, yang saat ini sebagian besarnya sudah hilang.

Reg Clark, ahli Mesir Kuno, menjelaskan bahwa salah satu alasan piramida ini memiliki atap dengan curam tinggi adalah untuk menghindari pencurian jasad mayat.

Dikutip dari Live Science, Rabu (23/4), Clark menyatakan bahwa jasad Firaun yang dikubur di Mastaba mudah untuk dicuri. Untuk itu, dengan membuat atap Piramida Djosoer menjadi curam, pencuri akan sulit untuk mencuri jasad Firaun.

Meskipun begitu, saat ini sudah banyak jasad mumi Firaun yang telah dicuri dari piramida tersebut, meski tidak semua hilang.

Piramida Djoser terletak di tengah kompleks seluas 15 hektar. Di utaranya terdapat sebuah kuil dengan patung raja, dan di selatannya terdapat aula besar.

Di kompleks tersebut juga terletak banyak fasad dan tempat ibadah yang digunakan untuk kegiatan ritual.

Di bagian ujung selatan kompleks ini terdapat "makam selatan" dengan sebuah tempat ibadah. Terdapat banyak terowongan yang menyerupai struktur di bawah piramida.

Raja Djoser dikuburkan di bawah piramida sedalam 28 di bawah tanah. Meskipun muminya sudah hilang, upaya konservasi berhasil menungkapkan peninggalan sarkofagus sang raja.

Pada tahun 2006 hingga 2020, Mesir berupaya untuk mengonservasikan piramida ini bersama perusahaan teknik Inggris Cintec.

Sumber : Merdeka.com

Terkini