-->
Cloud Hosting Indonesia

Iklan

Recent Posts

dr.Rano Kirman, Kecam Penyerangan Tenaga Kesehatan yang Diduga oleh KKB di Papua

seribuparitnews.com
20 September 2021, Senin, September 20, 2021 WIB Last Updated 2021-09-20T03:10:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



SERIBUPARITNEWS.COM,TEMBILAHAN - dr. Rano kirman, sebagai tokoh kesehatan yang aktif dibidang sosial kemasyarakatan di Indragiri hilir,  mengecam penyerangan tenaga kesehatan di puskesmas yang berlokasi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9/2021). Penyerangan itu diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).


"penyerangan ini sangat tidak manusiawi, apalagi korban dalam tugas sebagai nakes untuk pengabdian kepada masyarakat dan pasti ini tidak diinginkan oleh siapa pun," kata dr.. Rano kirman dalam pernyataan via telepon,, senin, (20/9/2021).


 " siapa pun tidak menginginkan kejadian seperti ini, baik nakes ataupun masyarakat, karena yang dirugikan nantinya ini adalah masyarakat," ujarnya. 

Dr. Rano mengatakan, dalam kondisi konflik di mana saja,  nakes seharusnya tidak boleh menjadi target sasaran.

Sebab,tugas nakes adalah memberikan pelayanan terhadap masyarakat. 


"Kesampingkan masalah politik, silahkan itu urusan politik, tapi nakes tidak terlibat dalam masalah politik tersebut, mereka berkonsentrasi dalam pelayanan masyarakat," ujarnya.


"Kami mengharapkan sekali bahwa mereka (nakes) ini sebagai pengabdi artinya janganlah diganggu, biarlah mereka melayani masyarakat dengan sepenuh apa yang mereka bisa kerjakan," kata dia.



Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, mengungkapkan, bahwa masyarakat di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, telah menemukan dua orang tenaga kesehatan yang sempat hilang pasca penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Senin (13/9/2021).


 "Rabu (15/9/2021) pukul 15.30 WIT, bertempat di Distrik Kiwirok, telah ditemukan dua orang tenaga medis yang hilang pasca penyerangan oleh KKB," ujar Kamal, melalui rilis, Kamis (16/9/2021). 


Dari dua korban penyerangan yang ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman 30 meter, salah satunya telah meninggal dunia. "Pukul 16.30 WIT, personel gabungan tiba di lokasi terlemparnya kedua korban, dan di temukan korban Kristina Sampe Tonapa dalam keadaan hidup, sementara untuk korban lain bernama Gabriela Meilan dalam keadaan meninggal dunia," 

kata Kamal. Aparat keamanan gabungan kemudian mengevakuasi Kristina Sampe Tonapa dari jurang dan selanjutnya dibawa ke Pos Pamtas 403/WP guna mendapatkan perawatan medis. Namun, jenazah Gabriela Meilan, belum dapat dievakuasi. "Pada saat akan dilakukan evakuasi terhadap Gabriela Meilan, cuaca memburuk dan medan yang sangat terjal sehingga tim menunda evakuasi pengangkatan jenazah," tutur Kamal.

Prabu Suryadhana 

Komentar

Tampilkan

Terkini