-->


Iklan

Recent Posts

Dorong Peserta untuk Auto Debit Iuran JKN, BPJS Kesehatan Tembilahan Gandeng Petugas RS

seribuparitnews.com
Kamis, 02 September 2021, September 02, 2021 WIB Last Updated 2021-09-02T12:11:09Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



SERIBUPARITNEWS.COM,Tembilahan, Jamkesnews - Berawal dari adanya kebiasaan peserta JKN-KIS khususnya peserta Mandiri/PBPU yang membayar iuran ketika sakit saja dan ada pula peserta mandiri yang sulit mengakses kanal pembayaran di karenakan tempat tinggal yang jauh (dari kanal pembayaran), sehingga ketika mendapatkan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit membuat peserta tersebut dikenakan denda layanan rawat inap selama 45 hari. Agar memudahkan peserta JKN KIS membayar iuran perbulan dengan rutin dan tepat waktu, BPJS Kesehatan Tembilahan membuat sebuah terobosan agar peserta lebih mudah dalam mengurus auto debit iuran peserta JKN-KIS.


”BPJS Kesehatan Tembilahan berkolaborasi dengan petugas rumah sakit untuk mendaftarkan peserta mandiri yang dikenakan denda rawat inap di rumah sakit melalui program auto debit iuran agar terhindar dari denda pada periode berikutnya,” ujar Yandri Fauzan Verifikator Penjaminan Manfaat BPJS Kesehatan Tembilahan.


Yandri berharap dengan adanya upaya ini dapat memudahkan peserta JKN KIS membayar tagihan perbulannya sehingga tidak dikenakan denda pelayanan rawat inap jika membutuhkan layanan di rumah sakit untuk periode selanjutnya.


"Awalnya saya melihat banyaknya peserta yang terkena denda layanan di rumah sakit dengan alasan menunggak karena kesulitan mencari kanal pembayaran yang ada, akan tetapi ada juga yang kena denda layanan karena kesadaran membayar iuran yang rendah. Jadi semua peserta yang terkena denda di rumah sakit kita arahkan untuk auto debit iuran setiap bulannya. Karena saya berada di Kantor Kabupaten Indragiri Hulu, maka kita uji coba dan kita fokuskan dulu di Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Indragiri Hulu,” imbuhnya lagi.


Dari hasil uji coba salah seorang peserta Alfia Chandra memberikan pendapat jika ia merasa terbantu dengan adanya program tersebut.


"Saya merasa terbantu dengan adanya auto debit ini, karena rumah saya jaraknya jauh dan akses pembayaran yang sulit, sehingga saya tidak takut lagi untuk terlambat membayar iuran JKN-KIS,” jelasnya.


Dalam pendaftaran auto debit, petugas rumah sakit membantu pasien untuk melengkapi syarat-syarat auto debit seperti materai 10.000, buku rekening (BNI,BRI, atau Mandiri), KTP pemilik buku rekening, dan kartu keluarga. Kemudian setiap pekannya petugas rumah sakit akan menyerahkan berkas dari semua pasien yang sudah berhasil mendaftarkan auto debit ke kantor BPJS Kesehatan yang selanjutnya akan diserahkan langsung kepada Bank sesuai dengan rekening yang di daftarkan oleh peserta.


Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini