-->


Iklan

Recent Posts

BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan Menjalin Kerjasama dengan Rumah Sakit Terkait Program Sadar Iuran

seribuparitnews.com
Kamis, 09 September 2021, September 09, 2021 WIB Last Updated 2021-09-09T07:01:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



SERIBUPARITNEWS.COM, Tembilahan, Jamkesnews - Sadar iuran adalah salah satu upaya membangun kesadaran peserta JKN-KIS khususnya yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan untuk bergotong royong membayar iuran sebagai kontribusi pendanaan bagi saudara yang nanti akan membutuhkan pelayanan Kesehatan. Bentuk upaya penagihan peserta PBPU yang menunggak di BPJS Kesehatan : WhatsApp Blast/SMS blast/Email blast, penagihan melalui telekomunikasi oleh petugas Telekolekting, Penagihan oleh Kader JKN ke rumah rumah peserta menunggak.


Oleh karenanya BPJS Kesehatan bersama RS Milano menjalin kerja sama terkait program Sadar Iuran Dong (SID), Dalam kegiatan ini juga dihadiri Kepala BPJS kesehatan Cabang Tembilahan, Kepala Bidang, Staf BPJS Kesehatan, Direktur RS Milano, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan singingi, Ketua IDI Kabupaten Kuantan Singingi, Puskesmas Teluk Kuantan dan Klinik Duta Medika, Senin (15/03)


“Kita sebenarnya menjalankan suatu inovasi, kemaren kita juga sudah memaparkan juga untuk tingkat nasional untuk sadar iuran ini dan kita sudah memulai juga di RS Kasih Ibu di Tahun 2020. Dengan adanya pergantian direksi pada saat sosialisai BPJS Kesehatan Mendengar kita mungkin bisa mengambil beberapa pelajaran juga disana bahwa program JKN-KIS itu untuk kita bersama,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan, Meri Lestari.


Perlu diketahui dasar dalam pelaksanaan ide Sadar Iuran Elektronik ini adalah Satu, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 99 Tahun 2015 Tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional Pasal 15 huruf A yang berbunyi : Seluruh Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan wajib memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban pasien termasuk mengenai pelayanan JKN. Dua, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 4 Tahun 2019 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien Pasal 5 huruf h yaitu : kewajiban rumah sakit memberikan informasi perkiraan pembiayaan.


“Mari bersama-sama berkontribusi agar peserta JKN-KIS ini terutama yang Non PBI untuk sadar akan iuran, karena memang nafasnya dari iuran walaupun memang ada subsidi dari pemerintah baik itu dari PBI dan ada juga dari APBN untuk menutupi kekurangannya. Namun kalau seandainya iuran ini berjalan dengan bagus, kita juga buat moto untuk inovasi ini "sadar iuran pelayanan lancar" dan kita tambahkan moto ini di sertifikat elektronik,” ujar Direktur Utama RS Milano, dr. Basrana, MPH.


Basrana berharap masyarakat harus tahu mana yang prioritas dan mana yang tidak prioritas, kalau masyarakat sudah tahu mana yang prioritas maka dia akan tau mana kewajibannya harus didahulukan.


“Bahwa JKN suatu hal yang sudah tampak trend positif dari 7 tahun BPJS Kesehatan berjalan karena negara-negara di luar itu membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun sampai berates-ratus tahun untuk menjalankan sebuah konsep asuransi Jaminan Kesehatan,” tutup Meri.


Redaksi 


Komentar

Tampilkan

Terkini