-->

Iklan

deskripsi gambar

Recent Posts

Paksa Sekretaris Begituan Waktu Sembahyang, Bos Bank Internasional Ini Ngaku Mabuk

seribuparitnews.com
Rabu, 03 Maret 2021, Maret 03, 2021 WIB Last Updated 2021-03-03T15:59:49Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



SERIBUPARITNEWS.COM,Dalam rilis kasus pencabulan di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (2/3/2021), Bos PT TMM FIN Bank INTERNASIONAL berinisial JH (47) mengungkap sendiri beberapa fakta tentang kasus pelecehan seksual yang menjeratnya.


Ia berdalih dalam kondisi mabuk saat melakukan tindak asusila terhadap sekretarisnya.


Parahnya, JH melancarkan aksi cabul itu saat sedang menjalani ritual sembahyang.


“Itu posisi saya lagi setengah mabuk pak, diproses ritual, ritual sembahyang Konghucu,” kata JH kepada kepolisian dikutip dari suara.com.


Dalam kesempatan yang sama JH juga mengakui telah melakukan tindak asusila terhadap kedua sekretarisnya, yakni DF (25) dan EFS (23).


Tindak asusila itu di antaranya; meremas payudara hingga menunjukkan alat vitalnya ke hadapan korban.


Ia pun menjelaskan bahwa tindak pelecehan itu berawal dari sekedar memijat.


Menurut pengakuan JH, perbuatan asusila itu ia lakukan beberapa kali kepada korban.


Dia mengaku merasakan klimaks ketika melakukan perbuatan tersebut


Kemudian polisi telah menetapkan bos JH (47) sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual.


Ia melakukan pelecehan seksual terhadap dua sekretarisnya pada tahun 2020 lalu.


Saat itu, kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi, JH melakukan tindak asusila dengan menyentuh dan meraba organ sensitif pada tubuh korban.


Kepada korban, pelaku mengaku dapat meramal nasib dan rezeki seseorang.


“Ini tersangka mengaku sebagai peramal, orang pintar, yang bisa meramal nasib orang yang bisa meramal nasib dan rezeki seseorang,” kata Nasriadi saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (2/3/2021).


Pada September 2020, JH melecehkan korban DF saat kondisi perusahaan tengah sepi dari orang lain. 


Sedangkan, pada bulan Oktober 2020, korban ESF mengalami tindakan serupa


Pelaku ketika itu melecehkan korban hingga memaksanya melakukan penetrasi.


Kemudian, JH juga pernah memaksa kedua korban untuk mandi bertiga dengan dalih membuka aura, namun korban menolak.


Kendati begitu, sebelumnya kedua korban tidak berani melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian lantaran malu dan takut kehilangan pekerjaan.


Akhirnya, karena tidak tahan dengan perbuatan pelaku selama ini maka kedua korban memilih resign dari pekerjaannya dan melaporkan perbuatan pelaku.


DF dan ESF melayangkan laporan atas JH ke Polres Metro Jakarta Utara pada 2 Februari lalu.


Keduanya melaporkan atasannya tersebut atas dugaan tindakan pidana asusila. 


Kini JH yang berstatus sebagai tersangka telah mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Utara.


Atas perbuatannya, JH kini terjerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.


Sumber : Nesiatimes.com


Komentar

Tampilkan

Terkini