-->

IKLAN

Headline

Headline

Recent Posts

BPJS Kesehatan Ajak Peserta Kenali Penyakit Jantung

seribuparitnews.com
Senin, 21 Desember 2020, Desember 21, 2020 WIB
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 





SERIBUPARITNEWS.COM,Tembilahan, Jamkesnews – Bagi sebagian masyarakat mendengar kata penyakit jantung itu merupakan suatu hal yang berat, hal itu diungkapkan oleh dr. Tiya Setiadi SpJP, FIHA dalam kegiatan Seminar Kesehatan mengenai penyakit Jantung yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan.


“Usia tidak bisa menjadi patokan seeorang menderita penyakit jantung, semua itu tergantung faktor resiko untuk terkena serangan jantung. Yang pertama, kita punya penyakit Hipertensi atau darah tinggi. Yang kedua faktor turunan, turunan yang dimaksud adalah keturunan primer, turunan langsung dari ayah atau ibu yang memiliki hubungan darah. Jika usia ibu kandung dibawah 60 tahun terkena serangan jantung atau ayah kandung usianya dibawah 55 tahun dan mengidap serangan jantung, itu harus diwaspadai, sebab artinya kita sudah punya faktor resiko terkena serangan jantung,” jelasnya.


Ia menambahkan faktor lain resiko seseorang mengidap serangan jantung ialah jika memiliki penyakit Diabetes Melitus, kebiasaan merokok, serta hal lain yang perlu diperhatikan pada wanita yaitu saat usia menopause. Materi yang diberikan Tiya pun menjawab pertanyaan masyarakat yang berfikir penyakit jantung hanya terjadi pada masa tua, dan hal tersebut adalah mitos.


“Kemudian orang kurus tidak beresiko mengalami gangguan jantung itu juga mitos. Jika orang kurus tetapi perokok, lalu orang kurus yang makan dan lemaknya tidak terkontrol, kan itu bagaimana. Jadi intinya bukan masalah dengan berat badan. Memang yang lebih baik itu yang berisi ideal, tapi bukan berarti kalau orang gemuk itu pasti sakit-sakitan dan jantungnya melemah,” terangnya.


Lebih lanjut Tiya menyampaikan pesannya pada masyarakat agar tetap melakukan pola hidup sehat serta yang paling utama mengurangi konsumsi rokok bagi seorang perokok. Selain itu, jika memiliki keluhan lebih baik melakukan konsultasi dengan Dokter guna meningkatkan kewaspadaan diri.


“Tolong dimotivasi kalau ada teman atau keluarga kita yang mengidap penyakit jantung karena sudah bosan dan lelah meminum obat. Karena peran keluarga itu sangat penting, jadi sayangilah hidup kita dan sayangilah diri kita,” harapnya.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tembilahan Meri Lestari sangat mengapreasi atas ilmu dan pengetahuan yang diberikan tentang kesehatan terutama mengenai penyakit jantung.


“Mungkin penyakit jantung ini kita mendengarnya saja sudah takut, karena jantung itu sudah ibaratnya nadi dan pasti menjadi beban bagi kita semua. Untuk itu, BPJS Kesehatan juga berharap agar masyarakat tidak hanya mengandalkan Program JKN-KIS pada saat sakit saja, akan tetapi juga dimanfaatkan saat sehat untuk konsultasi di fasilitas kesehatan,” ucapnya.


Editor.  : Prabu Suryadhana

Komentar

Tampilkan

Terkini

Sosbud

+