*BPJS Kesehatan Tembilahan Sosialisasikan Optimalisasi PRB dan Percepatan Klaim Obat Kronis*



SERIBUPARITNEWS.COM,Tembilahan, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan melaksanakan pertemuan Program Rujuk Balik (PRB) dan percepatan klaim obat kronis kepada RSUD Puri Husada Tembilahan. Acara yang dihadiri oleh perwakilan manajemen dan tim farmasi dari RSUD Puri Husada ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kulitas layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Program rujuk balik merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil yang masih memerlukan pengobatan jangka panjang, dimana dokter spesialis merujuk kembali peserta dengan diagnosa penyakit kronis kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk melanjutkan pengobatan.

Melalui materi yang dipaparkan, Rahmatika Pratiwi selaku Duta BPJS Kesehatan Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan menyampaikan kembali mengenai Permenkes No.001 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan.

“Dan sesuai dengan Permenkes No.28 tahun 2014, disebutkan bahwa fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut penerima rujukan wajib merujuk kembali peserta JKN disertai jawaban dan tindak lanjut yang harus dilakukan jika secara medis peserta sudah dapat dilayani di FKTP,” terang Tiwi.

Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pula salah satu komitmen fasilitas kesehatan yaitu tidak ada iur biaya terhadap peserta di luar ketentuan.

“Penggunaan obat di luar Formularium nasional di FKRTL hanya dimungkinkan setelah mendapat rekomendasi dari ketua Komite Farmasi dan Terapi dengan persetujuan Komite Medik atau Direktur Rumah Sakit yang biayanya sudah termasuk dalam tarif INA CBGs dan tidak boleh dibebankan kepada peserta,” ujar Tiwi.

Sedangkan untuk absensi klaim Rumah Sakit, dipaparkan sesuai dengan Perpres 82 tahun 2018 bahwa masa kadaluarsa klaim adalah 6 bulan sejak pelayanan kesehatan diberikan. Hal ini dikecualikan bagi belum diaturnya ketentuan penjaminan pada obat tertentu.

“Jika obat yang sudah memenuhi kriteria penagihan maka wajib segera ditagihkan. Jika masa penagihannya lebih dari 6 bulan setelah pelayanan itu dianggap sudah kadaluarsa dan tidak bisa ditagihkan lagi kepada BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Tiwi.

Wira Anggraini yang merupakan PIC PRB RSUD Puri Husada mengapresiasi dan menyatakan komitmen timeline penyerahan berkas klaim obat kronis RSUD Puri Husada.

“Mohon maaf sebelumnya atas keterlambatannya. Sesuai dengan timeline yang telah disepakati, pihak manajemen akan berkoordinasi dan menyerahkan berkas klaim obat kronis dengan waktu yang sudah ditentukan,” ucapnya.

Sumber : BPJS Kesehatan Tembilahan
Editor.    : Prabu Suryadhana

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Culture