Hasil pertemuan presiden bangsa orang laut dan menteri KKP RI, Semua saya kabulkan.



SERIBUPARITNEWS.COM Sesampai di Jakarta saat Menghidupkan hanphone, ada pesan whatshapp masuk, diantaranya pak menteri dan beberapa staff utamanya, seperti Aspri dan sespri. Bahwa pak menteri perikanan dan kelautan RI minta pertemuan di kediaman dinas beliau di sekitaran senayan alamat lengkap pun diberikan, sesampai disana kami di sambut oleh beberapa staff utama di depan gerbang, langsung diarahkan keruang tunggu selama 5 menit. Saat kami menunggu berdatangan beberapa pejabat teras KKP (Kementrian Kelautan Perikanan), langsung bergabung bersama kami sambil berkata " dari LABOLI ya ? Kami senang mendengarnya, bapak menteri sangat atusias" sambil mengeluarkan data memgenai budidaya perikana, ternyata bapak ini adalah Abdul Hamid yang membidangi perikanan budidaya, kamipun sempat bercerita tentang kerang.


Tidak lama para staff khusus menteri menghampiri dan mempersilahkan masuk karena sudah ditunggu bapak, sepanjang perjalanan masuk beberapa staff yang mengarahkan memberi hormat sambil setengah membungkuk seraya membentangkan tangan menunjuk arah ruang pertemuan.

Diruang tersebut sudah ada sosok tinggi tegap berdiri, lalu saya bertanya kepada staff yang mengiringi, apa itu pak menteri, iya pak, jawabnya setengah berbisik. Sosok yang masuk dikabinet jokowi ini tidak langsung duduk, ia juga menghampiri kami, sambil saya berkata " Selamat Pagi Pak Menteri" silahkan duduk jawab beliau dan beliau secara bersamaan duduk bersama kami.

Setelah semua duduk, kami ditanya akan minum apa seraya bertanya kapan sampai di jakarta, kemudian penasehat Agung LABOLI Suharni Bijawangsa memperkenalkan tim LABOLI yang datang, lalu pak menteri meminta coba ceritakan apa itu orang laut, saya mulai menjelaskan dan dengan setia pak menteri medengar. Ada beberapa point yang saya jelaskan
1. Sejarah orang laut dari sini saya menggring pak menteri supaya berfikir mengapa kami meminta hak khusus.
2. Apa itu LABOLI kami ada di 8 negara.
Sampai penjelasab kedua sempat terhenti karena pak menteri bertanya dengan nada yang kurang berkenan bagi saya " Kamu tidak Sopan dengan Saya" seketika suasana menjadi hening, saya mulai bingung, beberapa saat ia berkelakar, "saya baru menteri kamu sudah jadi presiden" seisi ruangan menjadi pecah dengan tawa, kami menjadi lega, saya fikir serius.
3. Hak ukayat laut, ini langsung disetujui pak menteri. Dengan alasan beliau minta bangsa orang laut ikut menjaga laut.
4. Pendidikan, setiap tahun pak menteri menjanjikan 10 orang anak- anak Bangsa Orang Laut kuliah menjadi Taruna Poltek Dumai yang merupakan milik Kementrian Kelautan RI. Tapi pak presiden anak-anak 10 orang ini harus pintar, saya jawab Jamin semua orang laut pintar- pintar kemudian dijawab oleh staff menteri syarief widjaja yang membidangi Riset dan SDM (Sumber Daya Manusia) iya pak menteri mereka memakan ikan, tentu pintar, kemudian saya bari mengetahui bahwa politeknik perikanan dumai dibawa Riset dan SDM KKP.
5. Tambak Kerang, pak meteri langsung bertanya kerang jenis apa, kerang darah jawab saya, beliau menyahut, saya suka kerang itu rasanya manis, oke saya setujui sekalian dengan biaya membuat kerambahnya dilaut.
6. Perumahan Bangsa Orang Laut, saya akan bangun itu, tapi tolong orang lautnya diminta menetap saja jangan berpindah- pindah mengikuti musim, nanti rumahnya jadi kosong, segera saya jawab tidak, akan dihuni dan masih bayak yang sudah menetap tetapi belum memiliki rumah atau rumah layak huni.

Pak presiden bangsa orang laut, apa ada yang diminta lagi, catat saja apa yang perlu, segera kabari saya, akan kita beri. Sambil minum semuanya setelah ini kita foto, jarang- jarang bisa berfoto dengan presiden bangsa orang laut. 

Setelah itu pak menteri pamit pergi ke istana bogor dan beberapa pejabat KKP RI mendampingi saya untuk sinkonisasi kegiatan yang sesuai dengan pembahasan bersama Edhy Prabowo menteri Kelautan Perikanan Republik Indonesia.

Laporan. : Safrizal
Editor.     : Prabu Suryadhana

Post a Comment

Previous Post Next Post

Culture