Eddiwan Shasby rencanakan 5 Tahun Kedepan Pembangunan Perkebunan yang berkesinambungan



SERIBUPARITNEWS.COM | TEMBILAHAN  - Semenjak dilantiknya Eddiwan Shasby Sebagai Kepala Dinas Perkebunan Indragiri Hilir, berbagai pemikiran ditorehkannya untuk membangun perkebunan Inhil yang berkesinambungan dari Hulu (on farm) ke Hilir (off Farm) selama 5 (lima) 

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dinas beliau memiliki beberapa motivasi diantaranya dengan 8 etos kerja
-Kerja adalah rahmat ; aku bekerja tulus penuh syukur
-kerja adalah amanah ; Aku bekerja benar penuh amanah
-kerja adalah panggilan ; aku bekerja tuntas penuh Integritas
- kerja adalah aktualisasi ; aku bekerja keras penuh semangat
-kerja adalah ibadah ; aku bekerja keras penuh kecintaan
-kerja adalah seni ; aku bekerja cerdas penuh kreativitas
-kerja adalah kehormatan ; aku bekerja tekun penuh keungulan
-kerja adalah pelayanan ; aku bekerja penuh kerendahan hati

Untuk program 5 tahun kedepan Eddiwan Shasby mengacu dan mempedomani RPJMD kabupaten indragiri hilir tahun 2018 - 2023, mengacu kepada Visi dan misi Bupati indragiri hilir dengan Visinya yaitu Untuk kejayaan Inhil yang semakin maju, bermarwah dan bermartabat" dan Misi melanjutkan optimalisasi pengelolaan SDA dan lingkungan berkelanjutan sesuai potensi dan kondisi setempat, sesuai dengan  UU RI Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan , UU RI No 12 tahun 1992 terhadap budidaya perkebunan dan Permentan No 82 thn 2013 tentang pedoman pberdayaan kelompok tani (poktan) dan gapoktan

Lanjutnya, DMIJ Plus Terintegrasi mempunyai peran penting untuk peningkatan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan produk produk unggulan serta potensi daerah

Dikatakannya juga Arahan bupati/wak bupati prioritas pembangunan di arahkan kepada Infrastratuktur terutama infrastruktur  perkebunan yakni trio tata air, Ekonomi kerakyatan (Perkebunan) dan UPH (Unit Pengolahan Hasil)

program dan sasaran yang menjadi prioritas Dinas Perkebunan Inhil diantaranya Perbaikan dan peningkatan lahan perkebunan, Peningkatan produksi produktivitas dan mutu hasil perkebunan,dan peningkatan pasca oanen dan pengelolahan hasil

Dalam peningkatan potensi dan produktivitas perkebunan dikatakan Eddiwan terkait Budidaya perkebunan, Pengembangan bibit ungul daerah (sri gemilang), seed garden /kebun induk dan BPT /blok penghasil tinggi.

Selanjutnya dikatakannya Pembangunan infrastruktur perkebunan dan rehabilitasi lahan meliputi Pengadaan sarana dan prasarana pertanian atau perlebunan, pembangunan dan perbaikan melalui kegiatan  trio tata air tanggul (mekanik dan manual pintu klip dan saluran) dan Pengembangan komoditi perkebunan dengan prioritas kelapa dalam, sagu dan pinang yang menjadi sub sektor penunjang pendapatan perkebunan

pengendalian dan perlindungan tanaman perkebunan meliputi Pencegahan dan pengendalian organisme penaganan perkebunan, Penyedian dalam pengendalian OPT tanaman perkebunan (insektisida, pestisida, feromon dan Agensia Pengendali Hayati ( APH) dan yang lebih penting Pencegahan kebakaran lahan dan kebun yang menjadi momok permasalahan sekarang ini.

peningkatan pengetahuan perkebunan dan pertanian pelaku usaha dan SDM aparatur perkebunan,Penaganan pasca panen dan pengolahan hasil tanaman perkebunan melalui optimalisasi diversifikasi produk dan Optimalisasi lahan tanaman perkebunan meliputi :
-Intensifikasi pemanfaatan lahan perkebunan
-Peremajaan tanaman perkebunan
-Pengenakaraman tanaman dengan tumpang sari
Sarana produksi, Alsintan dan materi pertanian

kegiatan yang mengarah kepada peningkatan di sektor hulu diantaranya :
-infrastrutur pelabuhan : di tingkatkan dan di perbaiki
-sumber daya manusia : di perkuat (petani/aparatur)
-organisme pengangu tanaman : penendalian dan perlindungan
-Lahan  : intersifikasi dan diekstenfikasi
-kebun : di remajakan
-Produksi : di tingkatkan kwalitas maupun kuantitas
- komunity perkebunan : di kembangkan menjadi varitas ungul

Eddi juga menyebutkan program yang menjadi konsentrasi Dinas Perkebunan tahun ini yakni 
1. Mengaplikasikan peraturan bupati indragiri hilir no 67 tahun 2019 tentang pembangunan rehabilitasi trio tata air Perkèbunan kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka mengatasi penyelamatan kebun masyarakat di mana sejak tahun 2017- 2019 pengelolaan alat berat   dan perluasan trio tata air di kelola oleh kecamatan dan Tahun 2020 ini di kembalikan ke Dinas Perkebunan yang tentunya sudah memenuhi pembahasan bersama Pemerintah Daerah dan legislatif

2.program pembangunan kawasan kelapa terintegrasi 2020 hingga 2025 melalui angaran :
APBD, APBD 1 dan APBD II , subtansi dan dukungan pelaku usaha / Hilirisasi melalui CSR dan OPD terkait, di mana sebelumnya sudah di keluarkan penelitian dan kegiatan berdasarkan kesesuaian lahan dan komoditi yang akan di kembangkan maka ditetapkan Desa sungai gantang kecamatan kempas kabupaten inhil sebagai demplot area seluas 500 Ha dari 8 kelompok tani dan 214 petani

Eddiwan berharap Pengalokasian yang terintegrasi ini mulai on Farm dan Of Farm harus benar benar di dukung oleh semua pihak terutama pemerintah kecamatan atau Desa sampai ke petani karena harapan kita pengembagan kawasan kelapa terintegrasi ini dilaksanakan di sungai gantang. Demplot area harus di lepas secara prefesional karena ada beberapa komoditi yang akan kembangkan selain kelapa ada tanaman musiman dan tahunan

keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan dalam hal ini Bapenas Bapak Erwin dan kawan kawan dari Dirjenbun, bahkan Bapak Erwin mengatakan apabila program ini menunjukan hasil yang optimal sesuai harapan kita bersama dan saya akan kawal terus karena Program pengembangan kawasan kelapa terintegrasi(PKKT)ini bukan untuk 1 tahun ini saja tetapi kita akan program untuk 5 tahun kedepan sampai program ini menghasilkan dan masyarakat selaku penerima manfaat dapat memetik hasil usaha mereka terutama dalam rangka mengimplentasi kesejahteraan Pekebun atau Petani dan mempertahankan kabupaten inhil sebagai hamparan kelapa dunia ucapnya

Disamping kita memanfaatkan lahan yang selama ini tidak berfungsi dengan baik, baik lahan komoditi demplot. Area kita akan sediakan diantaranya laboratorium lapangan untuk melakukan Varietas terhadap komoditi yang akan kita kembangkan.

Selanjutnya Eduķasi petani yakni dengan pola tanam, budi daya pengendalian dan perlindungan OPT Perkebunan dan Rumah industri untuk unit pengelolan hasil

Dengan Perkebunan terluas di dunia dan Asia, Inhil ada lebih kurang 1994 kelompok tani kita berharap kelas kemampuan petani secara bertahap bisa di tingkatkan mulai dari pemula, lanjut, Madya hingga utama

Terakhir Eddiwan menyampaikan sasaran program kerjanya guna membangun perkebunan yang berkesinambungan Memutus mata rantai pemasok dengan dibentuknya BUMDes 1 Desa  dapat memfasilitasi 8 kelompok tani, sehingga nantinya mulai dari petik buah sehingga nntinya ketika masa panen kelapa tiba.

mulai petik buah sampai dengan pendistribusian ke perusahaan di tangani oleh kelompok mandiri dan uang di bagi sesuai lahan atau pemilikan kebun oleh masing-mqsing petani, Karena dalam pengelolaan kebun ini tidak lagi sifatnya perorangan akan tetapi kelompok di bawah Konstrantani

yang lebih penting bibit yang kita pergunakan adalah bibit ungul yang kita peroleh dari penangkaran blok penghasil tinggi (BPT) yang sudah diteliti dan dilepas Varietasnya oleh Kementan RI melalui Balai Peneitian Kelapa Manado pungkasnya.

Laporan : Safrizal
Editor.    : Prabu Suryadhana

Post a Comment

Previous Post Next Post

Culture