DI ERA JKN, POLA HIDUP SEHAT HARUS DITINGKATKAN”


seribuparitnews.com Kabupaten Indragiri Hilir, Jamkesnews - Sekarang usia muda tidak menjadi jaminan tidak terkena penyakit. Contohnya jajanan yang sering kita konsumsi di luar, kadang minyak yang dipakai adalah minyak yang sudah dipakai berulang-ulang untuk memasak. hal ini tentunya dapat mempengaruhi kesehatan kita. Atau bisa juga walaupun makanan tersebut termasuk makanan sehat namun karena cara memasaknya tidak tepat maka juga dapat mempengaruhi kesehatan kita. 

Eddiwan Shasby (56 Tahun), salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang juga merupakan seorang Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir bersedia untuk berbagi cerita dengan tim Jamkewsnews. Edi mengalami serangan jantung 2 tahun yang lalu dan sudah memakai ring di jantungnya. Ia tidak menyangka bisa terkena serangan jantung secara tiba-tiba karena dia merasa dirinya dalam keadaan sangat sehat dan fit.

“Setelah dilakukan tindakan operasi yaitu pemasangan cincin saya harus pergi ke dokter hampir setiap bulan ke Pekanbaru untuk konsultasi ke rumah sakit Awal Bros, coba bayangkan berapa biaya yang saya keluarkan jika menggunakan biaya sendiri, tapi untung ada BPJS Kesehatan dengan program JKN-KISnya. BPJS Kesehatan sangat membantu sehingga periksa, obat-obatan maupun tindakan medis tidak perlu bayar,” Ujar Eddi.

Lebih lanjut Eddi menjelaskan dengan subsidi silang pada program Jaminan Kesehatan Nasional, secara tidak langsung kita sudah membantu diri sendiri dan membantu orang lain. Kalau tidak sakit berarti uang yang di iurannya tersebut untuk orang yang sakit, kalau sakit berarti akan dibantu oleh peserta lain yang membayar iuran. Program ini merupakan investasi ketika kita sakit sehingga kita tidak perlu memikirkan biaya lagi karena sakit. Ini yang saya rasakan ketika saya dirujuk ke Pekanbaru istri saya masih memakai baju kerja dan jam 03.00 WIB subuh sebelum saya di operasi segala administrasi sudah harus selesai, sedangkan jarak antara Pekanbaru dan tembilahan itu sejauh 7 jam perjalanan, kalau ada uangpun mana ada Bank yang buka jam segitu, untung saya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan," ujarnya. 

Eddi menyayangkan masih banyak masyarakat yang tidak paham mengenai pentingnya program JKN-KIS ini. "Bayangkan ketika dia sudah sakit baru dia mengurus ke BPJS Kesehatan, ini yang payah. ujung-ujungnya muncul Isu sangat susah  mengurus BPJS Kesehatan. Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat  arti penting kesehatan dan manfaatnya. Saya selalu sosialisasi kepada kawan-kawan termasuk keluarga saya dan saya bilang uruslah BPJS Kesehatannya jangan tunggu sakit baru diurus, uruslah BPJS Kesehatannya sebelum sakit. Satu lagi, menjaga pola hidup sehat juga harus ditingkatkan, jangan sampai sakit menghadang kita karena pola hidup yang salah walaupun sudah ada JKN-KIS.” tutup Eddi (rs)

Pewarta : Prabu Suryadhana

Post a Comment

Previous Post Next Post

Culture