Mahasiswa Kukerta UNRI dan Masyarakat Kembangkan Dodol Nenas


Seribuparitnews.com,||•BERITA PENDIDIKAN•||, KEMPAS :
Mahasiswa Univesitas Riau (UR) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta)  di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, mengadakan sosialisasi cara pembuatan dodol nanas bersama ibu-ibu PKK dan masyarakat di rumah warga Desa Bayas Jaya, Kamis (15/8/2019) pukul 15.00 WIB.

Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir memiliki beberapa potensi desa salah satunya adalah budidaya nanas madu dan moris yang berlimpah. Selain itu, rasa nanas Bayas Jaya juga dikenal dengan rasanya yang khas yang jarang dijumpai pada daerah lainnya.
KUKERTA regular  yang tergabung dalam tim pengabdian Universitas Riau Desa Bayas Jaya yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Asyrul Fikri, M. Pd terdiri dari 10 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas yaitu Fakultas Teknik, FKIP, FISIP, FMIPA dan Keperawatan.

Sosialisasi pembuatan dodol nanas ini juga disupport oleh Kepala Desa M. Ka’ap. "Nanas di Bayas Jaya sekarang belum diolah sebagai buah tangan, oleh sebab itu mahasiswa KUKERTA diminta untuk  membuat kreasi baru dengan bahan dasar nanas" ungkapnya. 

Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat desa. Yosnita Sarah Panjaitan, mahasiswa FAPERTA mengungkapkan, senang bisa mengadakan sosialisasi pembuatan dodol berbahan dasar nanas yang disambut antusias oleh warga desa Bayas Jaya.
"Tentu, dengan diadakan sosialisasi pembuatan dodol nanas ini dapat berbagi informasi dan menambah pengetahuan sekaligus sharing terhadap masyarakat mengenai olahan baru berbahan dasar nanas.”

Yosnita Sarah Panjaitan dan Laras Pratiwi secara bergantian menjelaskan tahapan pembuatan dodol nanas secara singkat.
"Pertama-tama nanas dikupas lalu dihaluskan dengan parutan atau blender, kemudian siapkan bahan seperti santan, gula merah, gula pasir, vanili dan tepung ketan. Setelah itu,  masak santan hingga menjadi minyak kelapa, berikutnya tuangkan campurkan nanas yang sudah dihaluskan dengan bahan-bahan lainnya. Setelah itu, aduk adonan nanas secara merata selama kurang lebih 3 jam di wajan besar di atas tungku yang membara," ungkap Laras mahasiswa FISIP angkatan 2016 tersebut. "Dengan diadakan kegiatan sosialisasi pembuatan dodol nanas (Donas) ini saya berharap kedepannya masyarakat desa mampu merealisasikan Donas ini sehingga mampu memiliki nilai jual di masyarakat dan dengan adanya inovasi baru ini dapat menarik perhatian sehingga olahan sumber daya alam khususnya buah nanas, dapat menjadi cemilan kekinian dan bisa menjadi industri rumah tangga untuk membantu mebuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bayas Jaya," tandas Gomgom Octavian DS, mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Culture